ASADESSA
Memang belajar IT membutuhkan biaya yang tidak sedikit, waktu yang lama dan kesabaran, tetapi hanya dengan belajar maka ketertinggalan itu bisa dikejar, andaikan pemerintah daerah yang digawangi oleh orang-orang yang tidak peduli akan IT, pemerintah desapun bisa memaksimalkan segala potensi yang dimiliki oleh desa. Karena desa atau daerah yang maju adalah desa yang tidak hanya mengandalkan dana dari pemerintahan diatasnya saja. tidak terlepas pula peran dari komunitas desa,
Semangat Komunitas Desa adat dalam mengelola informasi dan teknologi perdesaan sangat patut diacungi jempol. Karena, disana banyak ragam potensi dan budaya yang harus dimunculkan menjadi bagian dari khazanah budaya nusantara. Masyarakat Desa adat memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan desa lainnya, terutama tentang pengaturan tata kelola budaya dan kehidupan lainnya.
Dalam hal mengelola informasi, mereka menggunakan teknologi yang sederhana dan ramah lingkungan. Misalnya, untuk mengatur masa tanam, pengolahan dan panen mereka menggunakan penghitungan yang matang, cara produksi yang organik dan berdasarkan pranata mangsa. begitupun dalam mengelola hutan dan kelestarian lingkungan, mereka mentaati yang namanya hutan tutupan (konservasi), hutan titipan (produksi) dan hutan awisan (cadangan), sehingga tidak ada deforestasi dilahan-lahan hutan yang dijaga oleh masyarakat adat.
Potensi tersebut harus semakin disebarkan agar dapat memberikan banyak inspirasi bagi masyarakat lainnya di dunia dalam hal pengelolaan alam yang ramah lingkungan melalui teknologi modern, seperti internet.
-
Program desa.id
Hingga akhir tahun 2012, desa belum memiliki domain internet “Resmi”. Saat itu masih berlaku, Permenkominfo No. 28 Tahun 2006 tidak mengakui desa sebagai bagian dari Pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat menggunakan domain “go.id”. Karena itu desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) kemudian menggagas usulan domain internet Indonesia khusus untuk desa “desa.id”.
Diusulkan dan dibahas di forum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sejak akhir Desember 2012, kemudian diusulkan resmi dalam forum Diskusi Umum Terbuka PANDI, 12 Februari 2013, diterima dan disetujui Forum Nama Domain Indonesia, kemudian diluncurkan ke publik pada 1 Mei 2013 dan diakui pemerintah pada tahun 2015.
ASADESSA
Reviewed by dellhiko
on
September 10, 2017
Rating:
Reviewed by dellhiko
on
September 10, 2017
Rating:
